Perbandingan yang lalu menjelaskan dua fakta yang penting:
Fakta pertama ialah bahwa usaha-usaha penyelewengan dengan segala kekuatan dan kedurjanaannya menghala kepada Allah s.w.t., dan dengan rasa duka cita ia telah mencapai kejayaan yang di cita-citakan dilapangan tersebut. Pembaca telah mencapai menyaksikan aliran bilangan Tuhan di dalam Agama Hindhu dan penuhanan binatang lembu, juga telah menyaksikan penuhanan Jaina, penuhanan Budha, penuhanan patung anak lembu dan penuhanan al-Masih. Suatu percobaan juga telah di lakukan di dalam Islam dimana penganut-penganut Islam yang mengaku sebagai Syi'ah coba menuhankan Ali bin Abu Thalib karramallah wajhah. Tetapi percobaan ini tidak berjaya dan Ali sendiri telah memeranginya, (baca perkara ini dalam buku " Agama-agama Yang Terbesar di India'' ) dan di perangi oleh kaum Muslimin sesudahnya. Dengan demikian AgamaIslam saja yang terselamat dari percobaan-percobaa penyelewengan mengenahi Aqidah keTuhanan.
Fakta kedua ialah bahwa penyelewengan di dalam agama-agama itu adalah menjadi sebab pertarungan di antara penganut-penganutnya. Andainya Agama-agama itu berjalan mengikut keadaan yang semula jadi umpamanya agama-agama di sisi Allah tanpa pengubahan niscaya semua agama-agama bertemu di dalam matlamat-matlamatnya dan di dalam banyak cara-caranya.
Anjuran yang mahu di kemukakan ialah kita smua kembali kepada hak kebenaran dan membebaskan aidah-aqidah kepercayaan manusia daripada kesalahan-kesalahan dan yang meresap, agar perstujuan dan penyesuaian mengambil temapt perselisihan dan pertarungan. Kita percaya bahwa Aqidah yang sebenar itu diketahui oleh kebanyakan para pemimpin-pemimpin Agama, tetapi pekerjaan mencari makan dan cintakan dunia serta perhiasannya adalah menghiasi indah kebatilan dan mendesak untuk menyokong penyelewengan.
Tuhan tunjukkanlah kami jalan yang lurus !

Dollar Amerika tukar, currency converter






